Posted on

alkisah duit receh dan kakak beradik

              duit receh

Kisah ini berawal pada suatu petang, seorang remaja pria kelas 3 sma yang sedang menongkrong ditempat tongkrongan favoritnya yaitu kamar kakak perempuannya, tiba-tiba kepengen beli roti maryam yang sudah lama enggak dia makan dan dia bermaksud mengajak kakak perempuannya pergi membelinya. Lalu tiba-tiba dia pergi ke kamarnya yang berada di seberang kamar kakak perempuannya dan kembali dengan membawa sebuah kantong pink yang mungil, kantong uang koin yang terkumpul dari sisa uang jajannya selama ini. Lalu dia menuang seluruh isi kantong itu keatas sebuah kertas, dan mereka berdua terbelalak melihat berkeping-keping uang 500an, 200an, dan 100an yang begitu banyak bergemerincing berjatuhan. Setelah mereka berdua menghitung dan memilah-milah akhirnya terhitung 40.300 rupiah seluruh keping koin dari kantong, dan bersoraklah mereka.
Setelah berganti baju dan bersiap untuk keluar membelanjakan koin-koin yang telah mereka hitung, mereka menaiki speda motor dan melaju menuju tempat penjual roti maryam terdekat. Setelah bingung2 mau lewat arah yang mana akhirnya si kakak perempuan memutuskan untuk lewat di depan penjual sate untuk sekalian membeli sate yang gara-gara tak sengaja menonton sinetron di tivi yg adegannya sedang makan sate membuatnya ingin makan sate. Tapi apa dinyana ternyata setelah berputar-putar dan membeli roti maryam, tidak ada penjual sate yang bisa dibeli satenya. Sampai akhirnya mereka sampai di suatu warung di dekat daerah rumah mereka dan berhasil mendapatkan sate yang diinginkan.

maryam dan adek kedai sate yang slalu madura

Sesampainya dirumah mereka menikmati makanan yg sudah dibeli bersama-sam dengan pembantu di rumah mereka. Dan ternyata uang mereka masih banyak bersisa dan rencananya akan dibuat membeli yang lain esok hari, tetapi mereka malu kalau dibuat membeli pulsa karena kepingan koinnya harus banyak dan itu agak memalukan menurut mereka. Malam itu mereka tidur dengan perut kenyang.

Advertisements

About misaoearliche

for Now i’m an enthusiast customer, a sweet reviewer, a cook lover, a recipe maker, a fancy hijab style-er (not really a stylist), a creative post-er, a frugal buyer, a seeking-for-eternal-love lover, an intimate craft-er, a crazy knowledge finder, a food picture taker (not yet a photographer), a seasonal traveler, a friend seeker, a mall go-er, an ice cream artisan and an entrepreneur.

3 responses to “alkisah duit receh dan kakak beradik

  1. indrapamungkas ⋅

    makanya mbak shau, contohlah alkisah si adik laki2 itu, rajin menabung, tidak berfoya-foya. yang pada akhirnya ia bisa memetik buah manisnya, . .si adik memang sangat berbudi pekerti luhur dimana sangat bertolak belakng dengan kakak perempuannya yang suka menghambur-hamburkan uang untuk secangkir kafein seharga dua puluh lima ribu rupiah. dimana uang sejumlah itu bisa jadi merupakan gaji seseorang di sudan. (mari ndelok oprah), . .

  2. wekekekekek..heh tak kasi tau ya..si adek laki2 itu gak sengaja ngumpulin uangnya, dia cuma asal naruh duit receh sisa uang sakunya tergeletak begitu aja diatas meja, sampai akhirnya menumpuk dan tercerai berai n dikumpulin oleh pembantunya yg baek hati, dan barulah dia memetik hasilnya.
    btw akyu dah mnemukan banyak fakta bahwa coffe bs sgt menguntungkan kesehatan, tunggu tanggal mainnya. jangan salah itu bukan cuma secangkir kafein tp juga ada cafestol, air, milk, sugar, etc, dan yg paling penting “it feed my appetite”. ambience..ambience!

  3. Bagus ⋅

    kasian deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s